Kecelakaan lalu lintas maut yang melibatkan dua unit sepeda motor terjadi di Jalan Raya Palabuhan II Km 16, Desa Bojongkembar, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi, menelan korban jiwa dari kalangan pelajar. Berdasarkan laporan yang dihimpun, insiden tragis tersebut merenggut nyawa dua orang siswa kelas IX SMPN 1 Cikembar yang seketika meninggalkan duka mendalam bagi pihak keluarga serta sekolah.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Berdasarkan analisis dari awak media, insiden adu banteng ini menyoroti kembali bahaya berkendara pada malam hari di jalur alternatif yang minim fasilitas penunjang keselamatan. Pengamatan di lapangan menunjukkan bahwa lokasi kejadian berada di kawasan permukiman warga yang tidak dilengkapi dengan lampu penerangan jalan umum, sehingga jarak pandang pengendara menjadi sangat terbatas saat melintas di jalur tersebut.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Sukabumi Ipda Wangsit Edhi Wibowo menjelaskan bahwa kecelakaan tersebut melibatkan dua sepeda motor Honda Beat dengan nomor polisi F 3356 TM dan F 6281 OY. Mengutip keterangan kepolisian, petugas yang tiba di lokasi kejadian tidak menemukan adanya saksi mata yang melihat secara langsung detik-detik terjadinya benturan keras antara kedua kendaraan roda dua tersebut.
Kronologi kejadian bermula saat sepeda motor yang dikendarai oleh Muhamad Rifan dengan membonceng rekannya, Alhamda Rijki Tri Januar, melintas di lokasi berkedaan jalan lurus beraspal mulus namun dalam situasi gelap gulita. Benturan hebat dengan pengendara lain bernama Rizki Rohmatulloh tidak dapat dihindarkan hingga mengakibatkan para pengendara maupun penumpang mengalami luka parah.
Korban Alhamda dilaporkan meninggal dunia saat petugas kepolisian tiba di tempat kejadian perkara akibat mengalami cedera kepala berat serta patah tulang pada bagian leher dan rahang bawah. Sementara itu, rekannya yakni Muhamad Rifan sempat dilarikan ke RS Sekarwangi Cibadak untuk mendapatkan pertolongan medis intensif sebelum akhirnya nyawa korban juga tidak dapat tertolong.
Kabar kepergian kedua pelajar berprestasi tersebut dikonfirmasi langsung oleh pihak sekolah melalui akun media sosial resmi SMPN 1 Cikembar yang menyampaikan rasa belasungkawa mendalam. Hingga saat ini, jajaran Unit Gakkum Satlantas Polres Sukabumi masih terus melakukan penyelidikan mendalam guna menguak kepastian penyebab insiden maut yang menghancurkan masa depan dua remaja tersebut.