Di kawasan perbatasan antara Kota Bandung dan Kabupaten Bandung, Kolong Jembatan Tol Kopo berdiri sebagai salah satu titik nadi mobilitas kaum urban yang tak pernah tidur. Wilayah ini dikenal sebagai jalur penghubung yang padat aktivitas, namun di balik hiruk-pikuknya, kawasan tersebut kerap menyimpan berbagai persoalan klasik perkotaan seperti kemacetan, potensi banjir, hingga masalah kebersihan lingkungan.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Upaya mempercantik kawasan terus dilakukan oleh pihak berwenang agar sudut jalan tersebut tidak terlihat kumuh. Berbagai sentuhan artistik dihadirkan, salah satunya melalui pengerjaan mural pada dinding jembatan serta penyediaan fasilitas tempat duduk tembok bagi pengendara motor yang ingin melepas penat setelah berkendara cukup jauh.
Kendati tampilannya kini jauh lebih sedap dipandang mata, sebuah masalah menahun ternyata masih menghantui para pengguna jalan dan warga sekitar. Aroma tidak sedap yang menusuk hidung terus menguar dari saluran air di bawah kolong jembatan tersebut, menciptakan kontras yang cukup mencolok dari keindahan mural di sekitarnya.
Menurut pengamatan awak media di lokasi, aliran air yang berasal dari wilayah Kota Bandung menuju Kabupaten Bandung sebelum bermuara ke Sungai Citarum ini menjadi sumber utama polusi udara. Berdasarkan laporan masyarakat, bau busuk yang menyerupai aroma septic tank tersebut sudah dirasakan selama bertahun-tahun tanpa ada perubahan signifikan.
"Selokannya bau banget, bau septic tank, siapapun yang melintas ke sini pasti tutup lubang hidung atau tahan nafas," ujar Dimas, seorang warga berusia 36 tahun, saat ditemui di sekitar kawasan tersebut.
Keluhan serupa turut disampaikan oleh Nadia, seorang pengemudi ojek online berusia 32 tahun yang setiap hari melintasi jalur tersebut. Ia mengungkapkan bahwa aroma busuk itu tidak pernah benar-benar hilang baik pada musim hujan maupun kemarau.
Menurut analisis tim redaksi, masalah pencemaran lingkungan ini memerlukan penanganan lintas wilayah yang serius antara pemerintah daerah setempat. Sebagaimana ditegaskan oleh Nadia, pemerintah didorong untuk segera turun tangan menelusuri sumber limbah agar kenyamanan publik di kawasan perbatasan ini dapat segera teratasi secara permanen.